Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu (Soe Hok Gie) Manusia adalah masterpiece Tuhan. ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki banyak sisi, memiliki ketakterbatasan yang bernama keterbatasan. Mahluk yang mampu menjadi apapun selama ia mampu. Mahluk yang mampu menggenggam, alam raya, surga dan neraka, bahkan memiliki sedikit dari kuasanya. Sebagai mahluk yang sempurna, manusia memiliki "kewenangan menjalani hidupnya sendiri. Manusia "diasuh" Tuhan dalam menjalani sandiwara terbesar yang bertajuk : Kehidupan.
Manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan hidupnya. di dapat memilih mau seperti apa lakon yang di mainkannya. dia akan dengan sangat lihai akan memainkan "gimic-gimic" pada setiap adegan yang di mainkannya. Manusia memiliki kewenangan akan hidupnya sendiri. Sayangnya sering kali manusia "keblinger dengan "Ruang Improvisasi yang Tuhan Berikan padanya. Sering merasa berkuasa akan hidupnya.Sering merasa apa yang diinginkannya, dijalaninya, dihasilkannya adalah kekuatan, kekuasaan, dan kemampuannya. Manusia-manusia seperti inilah yang lupa akan sutradara kehidupannya : Tuhan.
Pengalpaan terhadap Tuhan bisa dilihat dari beberapa tataran. Yang paling parah tentu saja pada ketidakpengakuan manusia pada eksistensi Tuhan. Pada taraf yang lebih kecil, manusia sering meniadakan peran tuhan pada kehidupannya (seperti dicontohkan sebelumnya). Pada taraf yang terkecil (dan sering tidak disadari) adalah merasa telah mengetahui apa yang akan dia raih.
Ada juga manusia-manusia yang sudah merasa dirinya tahu apa tujuan hidupnya. Pemikiran tersebut menandakan (walau samar) pribadi tersebut "ndingini kerso". mendahului apa yang digariskan tuhan. Orang tersebut (merasa) tahu tujuan hidupnya. dengan bangga biasa melabeli dirinya dengan label-label kehidupan seperti, Sukses, pengusaha, hartawan, dan sebagainya. Tidak ada salahnya mengetahui apa yang ingin dirainya. Namun pengklaiman hal tersebut sebagai tujuan hidup adalah sesuatu yang seharusnya bisa kita singkirkan. Karena seperti pernah ditulis Soe Hok Gie : Tujuan Hidup yang Tak Seorang pun Tahu.