Kamis, 19 Januari 2012

Refleksi Gandhi

Tidak ada kesia-siaan yang menguras tubuh kecuali kekhawatiran, dan orang yang punya keyakinan pada Tuhan seharusnya merasa malu kalau masih mengkhawatirkan sesuatu.-M. Gandhi.

Kutipan di atas adalah sebuah suntingan yang diambil dari perkataan seorang filsiuf dan tokoh perdamaian serta perjuangan India, Mahatma Gandhi. Setelah beberapa kali membaca kutipan tersebut dan membaca biografi sang "Bapa" saya justru memuliki pandangan yang agak berbeda. Gandhi (mungkin) ingin mengingatkan kita pada keoptimisan menjalani hidup. tentang segala sesuatunya yang tidak usah terlalu dikhawatirkan. tentang kegairahan hidup. tentang harapan yang cerah di depan langkah kita. Sayangnya Gandhi (mungkin saja) terlupa, (atau memang sengaja menyembunyikan untuk memperkuat jiwa orang lain) bahwa sesungguhnya hidup adalah sekumpulan kekhawatiran yang terus saja menumpuk. kekhawatiran akan hari depan, kekhawatiran pada apa yang sedang dijalani, dan kekhawatiran pada sesuatu yang tertimbun di masa lalu. Saya merasa Gandhi tidak ingin menyampaikan bahwa hilangkan segala kekhawatiran kita. ia ingin berbicara bahwa jangan pernah "memasukkan ke dalam tubuh" segala macam kekhawatiran.
Bagi saya, kekhawatiran adalah batu-batu yang dijatuhkan Tuhan dari langit. manusia tinggal memilih, apakah akan membiarkan dirinya tergencet, menghindar dan lari darinya, atau membiarkannya berserakan disekitar, lalu mengumpulkannya sebagai pijakan untuk menggapai sesuatu ditempat tinggi. Kekhawatiran adalah batu loncatan kedewasaan dan keberhasilan seseorang. Jangan pernah kita hawatir pada kekhawatiran yang ada dalam diri kita. keluarkanlah, biarkan menjadi pemacu dan jangan pernah membiarkannya beranak-pinak dalam diri kita dan menjelma kesia-siaan yang menguras tubuh.

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar