Pada awal penyusunan tahun masehi, hanya terdapat 10 bulan. bulan Juli dan Agustus ditambahkan setelah beberapa dasawarsa setelahnya. Bulan Juli ditambahkan oleh bangsa Romawi setelah para ahli Astronomi dan horiskop mereka menemukan bahwa pada masa 1 tahun posisi bumi belum sama persis pada posisi hari yang sama tahun sebelumnya. mereka berunding dan menyepakati ditambahkan 1 Bulan yang berjumlah 31 hari. Nama bulan itu diambil dari nama depan kaisar yang saat itu tengah memimpin Romawi : Julius Cesar. jadilah sebuah Bulan yang diletakkan di tengah-tengah : Juli.
Setelah bertahun-tahun diadakan pemeriksaan keadaan langit dengan mata telanjang para ahli perbintangan menyadari bahwa jumlah hari dalam setahun masih kurang. mereka kemudian mengajukan penambahan bulan pada kaisar Romawi saat itu : Caesar Agustus (Cucu Julius Cesar). Maka ditambahkan satu bulan lagi dalam sistem penanggalan masehi : Agustus, bulan yang selalu memiliki jumlah hari yang sama dengan Juli.
Penelitian dan pengamatan benda langit untuk kepentingan penanggalan tidak berhenti pada momen tersebut. Pengamatan terus dilakukan hingga ditemukan adanya kekurangan 1/4 hari yang kemudian ditambahkan satu hari setiap 4 tahun yang kemudian sering disebut dengan tahun kabisat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar