Selasar depan rumah masih sangat
sepi. Ada cahaya remang dari lampu kecil yang berpendaran malu-malu di
tengahnya. Kursi usang terpaku seperti menanti seseorang bersandar di sana.
Ingin rasanya menemani kursi usang itu terpaku di ujung sana. Menemaninya ,
berbagi kesendirian, berbagi kesunyian, dan mungkin berbagi cerita tentang
kerinduan dengannya. Tapi tak ada satupun langkah yang kuambil. Aku tetap di sini,
di ujung lain selasar rumah. Bersandar pada dinding yang terasa lembab dan
dingin. Sendiri. Tanpa seorang kawanpun, bahkan tanpa secangkir teh panas yang
biasa kau buatkan untukku, dulu. Aih,
mengapa aku semelankolis ini. Lelaki kecil yang rapuh. Ah, sudahlah , memang
mungkin harus sudah saatnya aku berdamai dengan diriku, mungkin memang sudah harus kuakui, aku
merindukanmu.
Aku bukan sedang mengenangmu. Aku
hanya sedang membayangkan apakah hadiah ulang tahun yang kukirimkan 3 hari yang
lalu sudah sampai padamu. Ingin sebenarnnya aku menanyakan padamu lewat pesan
singkat dari ponselku. Tapi tak kulakukan, aku tak mau kau tahu bahwa aku
merindukanmu. Ah, kurasa bukan rindu, atau setidaknya itulah yang tak mau
kuakui. Aku belum mau berdamai dengan diriku. Saat hari ulang tahunmu dalam
pesan pendekku kutuliskan, “Selamat hari lahir, semoga menjadi pengingat akan batas
lain dari kehidupan”. Dan balasanmu, “Terimakasih Mas, lama ya tak ada kabar,
bagaimana kabar, baik?” . “Baik, maaf tidak bisa memberikan apa-apa.” Ya,
itulah balasanku padamu, Aku tak mau kau tahu, diam-diam aku merindukanmu, mengirim
hadiah ulang tahun untukmu. Bukannya apa-apa, aku hanya tak ingin kau tahu
bahwa aku mengirim hadiah padamu, aku tak mau kau tahu masih ada sedikit
kerinduan untukmu, ah benarkah aku merindukanmu? Ah, mungkin tidak.
Mungkin hadiahku sudah sampai
padamu, atau setidaknya sampai di kotamu pada hari ulang tahunmu, atau
setidaknya sudah sampai kemarin. Bahkan jika angin tak terlalu cepat membawanya
selambat-lambatnya hadiah ulang tahunmu akan sampai padamu hari ini. Hadiah
ulang tahunmu memang kutitipkan pada angin. Sebuah cara yang sudah tidak
terlalu banyak orang menggunakannya. Bukan apa-apa, aku hanya malas mengirimkan
melalui jasa antar barang yang pasti akan meminta identitas dan alamatku, bukan
apa-apa, aku hanya tak ingin kau tahu bahwa aku mengirimkan hadiah ulang tahun
padamu. Aku juga tak mau menitipkannya pada seorang kurir. Aku takut ia akan
membukanya sebelum hadiah itu sampai padamu. Kudengar pernah ada seorang
sastrawan yang mengirimkan senja kepada kekasihnya, namun kurir yang
mengirimkannya justru membuka amplopnya. Kabarnya terjadi sesuatu yang
mengerikan, tapi ada juga kabar bahwa sang kurir menjadi lebih terkenal dari
sang pengirim karena menjual kisah tentang amplop yang terbuka itu. Entahlah,
aku tak terlalu tahu apa yang terjadi, lagipula tidak ada yang bisa membedakan
antara omong kosong kabar burung, dan kenyataan sekarang ini. Aku hanya tak
ingin orang lain tahu aku mengirimkan hadiah ulang tahun padamu. Apalagi sampai
kekasihmu sekarang tahu, aku akan tak enak hati padamu.
Gerimis kecil mulai kembali turun.
Kuperhatikan pulir-pulir hujan satu persatu, mungkin saja itu adalah air matamu
yang kau kirimkan untukkku. Ah, kenapa aku mengharapkan kau menangis karena
hadiah ulang tahunmu? Maaf jika itu yang terjadi, tapi tak ada seorang pun tahu
arti dari sebuah air mata. Ia bisa saja meleleh dari sebuah keharuan, atau
pecah dari sebuah kesedihan, atau mungkin mengembun dari sebuah kebahagian,
meretas dari ketakjuban, atau mungkin saja yang lain. Selalu saja ada seribu kemungkinan
saat kita melihat sebuah air mata. Hanya saja ada sebuah kepastian, ada sebuah
kenangan dalam satu pulir air mata. Gerimis reda, tak ada satupun pulir air
matamu. Gerimis yang sangat sebentar, sebuah gerimis yang sederhana, tanpa
aksesoris yang berlebihan, hanya sebuah gerimis kecil setelah hujan reda pada
sebuah malam. Tak ada yang istimewa.
Angin bertiup perlahan,
menerbangkan bau tanah basah, rumput yang masih enggan menggeliat, dan bau
akar-akar yang melepas kerinduan. Aku teringat, dan baru tersadar, gerimis ini,
atau setidaknya gerimis seperti ini adalah gerimis yang beberapa waktu lalu
menemaniku membuat hadiah ulang tahunmu. Ya, hadiah itu kubuat sendiri enam
hari sebelum hari ulang tahunmu. Aku sekarang mengingatnya, dini hari itu gerimis
seperti ini datang, aku teringat kau selalu
mengatakan sangat suka gerimis, sebuah gerimis yang sederhana, tanpa aksesoris
yang berlebihan, hanya sebuah gerimis kecil yang disusul angin yang perlahan
bertiup meranumkan bau tanah basah, rumput yang masih enggan menggeliat, dan
bau akar-akar yang melepas kerinduan. Kau sangat suka membauianya. Kau pasti
akan memejamkan mata, menghirup udara dalam-dalam, merentangkan kedua tanganmu
seperti akan memeluk sesuatu, sedikit senyum menyungging di bibirmu. Beberapa saat
kau tak akan melakukan apapun, hingga kemudian kau perlahan melepaskan nafas,
sangat pelan, seakan tidak mau melepaskan udara dalam dadamu. Kau lalu akan
tersenyum riang sambil berkata,” Aku suka bau tanah setelah gerimis” sambil menoleh atau menatap kearahku. pernah
suatu ketika aku bersembunya saat kau mulai menutup mata dan menghirup udara
dalam-dalam. Kau kebingungan mencariku saat kau membuka mata dan tentu saja
dengan senyum riangmu kau berkata, “Aku su..” kata-katamu terputus, aku sudah
tak ada ditempatku sebelumnya. Senyummu hilang, kau tampak murung, awalnya
kuharapkan kau akan jengkel dan mencubitku dengan manja saat aku mendekatimu.
Tapi tidak, kau tak melakukan apa-apa. Kau diam, tak berkata apapun. Ada
keceriaan yang lenyap dari wajahmu. Wajah yang tak pernah tampak sayu, mendadak
layu.
Langit gelap. Aku masih berdiri
di selasar rumah, menunggu matahari yang mungkin sebentar lagi muncul. Aku tak
sedang mengenangmu, aku hanya memikirkan apakah hadiah ulang tahunmu dariku
sudah sampai padamu? Sebuah hujan yang kusulam sendiri. Kusulam dengan benang
yang terbuat dari bulu-bulu kerinduan, bukan dari bulu-bulu domba australia
yang orang lain pakai untuk membuat syal, atau mungkin air liur ulat. Aku
menyulamnya dengan sangat hati-hati. Aku tak ingin kau tak mengenali hujan yag
sedang kusulam. Hujan yang cukup besar, dengan jalan-jalan perumahan, gang-gang
yang jalannya tertutup paving blok, pohon-pohon. Kusulam dengan sangat teliti.
Bahkan kugunakan benang yang agak usang untuk l-angitnya yang abu-abu, anginnya
yang agak kencang, serta tetesnya yang besar-besar dan turun dengan lebat.
Kusulam pula air yang sudah menggenang tinggi, selokan-selokan yang meluap,
sedikit sampah di tengah jalanan yang berkubang air. Anjing-anjing yang
kedinginan di teras-teras rumah. Sayangnya aku tak menemukan benang yang cocok
untuk membuat sepeda motor yang dulu kita gunakan untuk berjalan-jalan
menerobos hujan. Berkeliling kompleks tanpa helm, menikmati kecerian kanak-kanak
yang seringkali terenggut kedewasaan. Ya, kukirimkan untukmu sebuah hujan untuk
hadiah ulang tahunmu. Sudah sampaikah disana?
**
Seorang perempuan duduk di pojok kedai kopi yang sudah walau
malam belum larut. Secangkir teh yang tinggal setengah nampak sudah dingin ada
di mejanya. Ia menatap lalu lalang di jalanan melalui kaca. Ia tersenyum saat
semuanya nampak bergegas saat hujan mulai turun. Ia memejamkan mata, menghirup
udara dalam-dalam, merentangkan kedua tanganmu seperti akan memeluk sesuatu,
kemudian kedua tangannya mengatup. Masih memejamkan mata, ia mendekatkan
tangannya pada bibir mungilnya. Setengah berbisik ia mengatakan sesuatu.
Kemudia ia melihat beberapa orang masuk.
Berteduh dari hujan pertama di kota mereka sambil ditemani secangkir kopi.
Musim hujan akan segera datang. Tak beberapa lama hujan mereda. Ternyata hanya
sebuah gerimis yang sebentar. Perempuan itu tersenyum, lamat-lamat ia bergumam,
“gerimis yang sederhana”. Ia membuka kedua tangannya, meniupkannya angin
diatasnya, seakan-akan menitipkan sesuatu pada angin. Ia menatap ke langit di
luar sana. Setetes pulir hujan mulai jatuh dari matanya.
Yogyakarta, Desember 2012
Borgata Hotel Casino & Spa - JTR Hub
BalasHapusLocated in Atlantic City, Borgata Hotel 출장샵 Casino & 슬롯 나라 Spa offers the finest in amenities and entertainment. It 제이티엠허브출장안마 also provides a 1xbet korean seasonal outdoor swimming 사이트 추천